(Sumber: Sensor Tower)
II. Transformasi Pemasaran: Kebangkitan Algoritma AI dan "Konten sebagai Penargetan"
Memasuki tahun 2026, logika dasar pemasaran game telah mengalami perubahan mendasar. Menurut laporan relevan dari database internal Insight Research, algoritma platform periklanan telah berevolusi dari "pencocokan berbasis tag" tradisional menjadi pemahaman konten dan pencocokan semantik.
Ini berarti bahwa aset kreatif itu sendiri telah menjadi bentuk "kode identifikasi pengguna" yang ditulis untuk algoritma. Strategi tradisional "menargetkan pengguna terlebih dahulu, kemudian menguji kreatif" tidak lagi efektif. Sebagai gantinya, konten itu sendiri telah menjadi mekanisme penargetan. Materi kreatif harus menyampaikan sinyal semantik yang jelas dalam tiga detik pertama untuk membantu algoritma dengan cepat mengidentifikasi audiens yang dituju. Laporan menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan mengandalkan satu kreatif terobosan, konsistensi dan fokus keseluruhan dari arah konten telah menjadi faktor kunci yang mempengaruhi stabilitas kampanye.
Dalam konteks ini, AI memainkan peran ganda dalam pemasaran. Di satu sisi, AI generatif digunakan untuk memproduksi materi kreatif dalam skala besar, mengurangi biaya produksi. Di sisi lain, AI tingkat strategi mulai mengambil peran yang lebih aktif dengan menganalisis pesaing dan umpan balik pengguna untuk membangun model strategi kreatif khusus. Akibatnya, esensi dari persaingan pemasaran semakin berkembang menjadi kontes AI strategi versus AI strategi.

(Sumber: AppGrowing)
III. Tren Segmen: Adopsi Massal Game Mini-Program dan Standarisasi Ekosistem IP
Di pasar Tiongkok, permainan mini-program, termasuk permainan mini Douyin, telah menjadi sumber pertumbuhan tambahan terbesar di industri ini. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, pasar permainan mini-program Tiongkok mencapai RMB 53,54 miliar, mewakili peningkatan tahun-ke-tahun sebesar 34,4%. Aurora Mobile meramalkan bahwa pasar akan melebihi RMB 100 miliar pada tahun 2027.

(Sumber: Aurora Mobile)
Pertumbuhan cepat permainan mini Douyin telah didorong oleh dua mesin konten dan interaksi sosial. Menurut laporan tersebut, jumlah pengguna yang melihat konten permainan mini Douyin meningkat delapan kali lipat dibandingkan dengan tahun 2024, sementara pendapatan yang dihasilkan melalui konversi konten langsung meningkat sebesar 160% tahun-ke-tahun pada kuartal keempat. Pengguna tidak lagi melihat permainan mini hanya sebagai bentuk hiburan santai; atribut sosial mereka menjadi semakin menonjol. Misalnya, format gameplay seperti “co-raising Little Fireman” telah melampaui 100 juta DAU, menunjukkan peran sentral pertumbuhan viral yang didorong oleh sosial dalam ekspansi permainan mini.
Dalam hal operasi IP, IP “Legend”, sebagai pilar lama industri permainan Tiongkok, terus menunjukkan nilai komersial yang kuat. Gamma Data mencatat bahwa pada tahun 2025, nilai kumulatif yang dihasilkan oleh IP “Legend” telah melebihi RMB 370 miliar, dan diperkirakan akan mencapai sekitar RMB 40 miliar pada tahun 2026 saja. Secara khusus, ekosistem IP berkembang menuju standarisasi yang lebih besar, dengan produk berlisensi sekarang menyumbang hampir 70% dari pasar, membentuk rantai industri yang stabil yang berpusat pada Shanda Games sebagai pemegang hak dan Kingnet Network sebagai pengembang inti dan operator platform.

(Sumber: Gamma Data)
IV. Restrukturisasi Teknologi: Pemberdayaan AIGC dan Tren Berbasis Cloud dari “Konversi Mobile-ke-Mini-Program”
Teknologi sedang membentuk kembali industri permainan dari kedua pengembangan dan distribusi sisi.
Pertama, di sisi pengembangan, AIGC (konten yang dihasilkan AI) sedang meruntuhkan hambatan tradisional untuk pembuatan permainan. “Vibe Coding” yang didukung AI mendorong gelombang demokratisasi dalam pengembangan permainan mini. Pengguna non-pengembang sekarang dapat memanfaatkan alat AI seperti Lingguang dari Ant Group dan platform SOON untuk membuat permainan lengkap dalam waktu singkat hanya dengan memberikan deskripsi bahasa alami. Ini tidak hanya menurunkan ambang masuk, tetapi juga mempercepat realisasi konsep gameplay kreatif.
Kedua, di sisi distribusi, tren “konversi mobile-ke-mini-program” dan teknologi permainan berbasis cloud menciptakan peluang baru untuk model gameplay yang lebih kompleks. Seiring teknologi cloud semakin diadopsi secara luas, semakin banyak IP berat, seperti Honor of Kings dan Eggy Party, meluncurkan versi mini-program atau potongan berbasis cloud di platform seperti Douyin. Model ini tidak hanya memungkinkan pemain untuk beralih dengan mulus dari “apa yang mereka lihat” ke “apa yang dapat mereka mainkan secara instan,” tetapi juga menciptakan saluran akuisisi pengguna baru dan skenario distribusi sosial untuk permainan yang lebih berat konten.

(Sumber: Aurora Mobile)
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa industri permainan pada tahun 2026 sedang mengalami transformasi mendalam dari ekspansi yang didorong oleh lalu lintas ke persaingan yang didorong oleh kualitas. Pasar tidak lagi bergantung terutama pada memperoleh pengguna baru dalam skala besar, tetapi sebaliknya beralih ke memaksimalkan nilai seumur hidup pengguna yang ada, membuat operasi yang diperhalus dan model layanan jangka panjang semakin penting untuk bertahan hidup.
Pada saat yang sama, AI tidak lagi hanya menjadi alat bantu yang meningkatkan efisiensi di pinggiran. Sekarang AI sedang membentuk kembali arsitektur dasar industri di seluruh rantai nilai—dari logika inti algoritma pemasaran dan efisiensi jalur produksi konten hingga dimensi baru inovasi gameplay. Ke depan, era pertumbuhan ekstensif jelas akan berakhir. Produk permainan yang dapat secara efektif memanfaatkan AI untuk peningkatan efisiensi, sepenuhnya memahami kekuatan konten + viralitas yang didorong oleh sosial, dan menembus batas perangkat untuk memungkinkan interoperabilitas multi-platform akan menonjol di pasar yang semakin kompetitif dan matang serta mendefinisikan generasi berikutnya dari hiburan digital.